Sungai Penuh, Jambi – Dunia pendidikan di Kabupaten Kerinci kembali menjadi sorotan. SMAN 6 Kerinci yang seharusnya menjadi wadah pembentukan generasi cerdas dan berkarakter, justru kini berada di ujung tanduk. Kondisi sekolah disebut kian terpuruk akibat kepemimpinan kepala sekolah, Azwardi, yang dinilai malas dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
Sekolah Terancam Mati Suri
Beberapa guru dan orang tua murid mengeluhkan situasi di SMAN 6 Kerinci. Kegiatan belajar mengajar berjalan tidak teratur, program sekolah mandek, bahkan sarana prasarana terbengkalai. Para siswa pun kehilangan motivasi karena merasa tidak mendapat dukungan maksimal dari pihak sekolah.
“Sekolah ini seperti kehilangan arah. Kepala sekolah jarang hadir, keputusan penting sering ditunda, dan semua berdampak ke anak-anak kami,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan Masyarakat
Masyarakat Kerinci menilai, kepemimpinan Azwardi yang dinilai abai telah membuat nama baik sekolah tercoreng. Padahal, SMAN 6 Kerinci dulunya cukup disegani karena kualitas akademik dan prestasi siswanya.
Sejumlah tokoh pendidikan di daerah itu bahkan menyebut SMAN 6 Kerinci di ambang kehancuran jika tidak segera ada langkah penyelamatan.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kalau sekolah dibiarkan hancur hanya karena kepala sekolah tidak disiplin, maka yang dirugikan adalah generasi muda Kerinci sendiri,” ungkap seorang tokoh masyarakat.

Baca juga: Proyek P3-TGAI Rp195 Juta di Koto Padang – Sungai Penuh Disebut Proyek Siluman
Desakan ke Gubernur Jambi
Kemarahan dan kekecewaan masyarakat pun kini ditujukan kepada Gubernur Jambi, Al Haris. Mereka mendesak agar orang nomor satu di Jambi itu segera bertindak tegas, termasuk mencopot Azwardi dari jabatan kepala sekolah.
“Gubernur tidak boleh tinggal diam. Jika memang terbukti kepsek malas, lebih baik segera diganti dengan yang lebih kompeten,” kata salah seorang pengurus komite sekolah.
Desakan itu juga ramai disuarakan di media sosial, di mana warganet menandai akun resmi Pemprov Jambi dan Gubernur Al Haris untuk segera mengambil keputusan cepat.
Tanggapan Dinas Pendidikan
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi disebut tengah menampung laporan masyarakat terkait kondisi SMAN 6 Kerinci. Meski begitu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai langkah yang akan diambil terhadap kepala sekolah.
“Semua laporan tentu akan diproses sesuai mekanisme. Jika memang ada kelalaian atau pelanggaran disiplin, kami akan menindaklanjutinya,” ujar seorang pejabat dinas yang dimintai keterangan singkat.
Harapan Warga
Masyarakat Kerinci berharap polemik ini segera diselesaikan agar pendidikan di SMAN 6 kembali berjalan normal. Para guru juga menginginkan kepala sekolah yang mampu memimpin dengan teladan, membangkitkan motivasi siswa, serta menjadikan sekolah sebagai pusat prestasi, bukan justru penyebab keterpurukan.
“Kalau tidak segera ditangani, sekolah bisa benar-benar mati suri. Anak-anak kita butuh pemimpin yang peduli,” tegas salah seorang wali murid.
Penutup
Kasus SMAN 6 Kerinci menjadi alarm bagi pemerintah daerah tentang pentingnya pengawasan terhadap kepala sekolah. Sosok pemimpin yang malas dan abai jelas akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan.
Kini, bola panas berada di tangan Gubernur Jambi Al Haris. Masyarakat menunggu langkah nyata: apakah Azwardi akan dipertahankan, atau segera diganti demi menyelamatkan masa depan ratusan siswa SMAN 6 Kerinci.





